Dari datangnya Pandemi Covid-19 ini, secara tidak langsung bisa membatasi aktivitas di luar rumah. Hal ini akan turut mendorong banyak orang untuk menghabiskan waktunya di Internet, termasuk anak-anak. Terlebih lagi saat ini aktivitas belajar mengajar di sekolah juga sudah dialihkan ke Platform Daring. Maka dari itu banyaknya aktivitas di Internet otomatis tidak akan mampu untuk dihindari.

Berdasarkan atas dasar Data Digital Report tahun 2020 oleh Hootsuite, di kalangan Remaja yang mendominasi penggunaan internet rata-rata menghabiskan waktu 7 jam 59 menit per harinya, dan demikian sebagaimana yang sudah dilansir oleh situs tirto.id. Peningkatan waktu penggunaan ini tentu saja mampu berbanding lurus dengan peningkatan Risiko Negatif dari Dunia Maya. nah berikut ini akan kami berikan beberapa tips untuk menjaga anak aman selalu berselancar ke dunia Maya seperti berikut ini : 

 

TIPS : Selalu Menemani Anak dan Mampu Berkomunikasi Secara Terbuka 

 

Komunikasi dari Anak dan juga orang Tua menjadi salah satu cara dalam mempererat hubungan di keluarga. Kalian bisa menemani anak ketika sedang mengakses internet untuk mencontohkan sikap baik di dalam Berselancar di dunia maya. Selanjutnya kalian bisa kenalkan adanya konten dan aplikasi yang sesuai dengan usianya. Nah sebagai tambahan saja, buatlah sedikitnya peraturan bersamaan mengenai adanya penggunaan perangkat Elektronik, seperti dari cara, lalu Kapan dan dimana saja perangkat mampu untuk digunakan. 

Selain itu bisa saja meminta anak untuk bercerita tentang apa saja yang dialami dalam berkomunikasi di dunia maya, terutama sekali dalam pengalaman negatif. Amati saja perilaku anak-anak dan mewaspadai apabila terdapat perubahan perilaku anak menjadi sangat murung dan tertutup sekali dengan kegiatannya di internet. 

Jika dirasa sudah terbully, lalu diganggu, diancam atau memang memiliki masalah di Internet dan diingatkan untuk menghubungi orang terpercaya seperti halnya Orang Tua – lalu Wali dan juga Anggota keluarga lainnya serta adanya guru. Apabila merasa tidak nyaman untuk langsung berbicara kepada orang yang sudah dikenal, maka anak bisa saja mengobrol dengan Konselor Profesional di telepon pelayanan sosial anak. Jika sudah mengalami Bullying di Media Sosial, kalian bisa saja ajarkan untuk memblokir akun pelaku kemudian simpan saja bukti-bukti seperti halnya Screenshot Postingan atau Chatting serta adanya melaporkan pelaku tersebut. 

 

TIPS : Harus Memanfaatkan Fitur dari Perlindungan Teknologi 

Kalian bisa memastikan kembali tentang perangkat elektronik yang sudah digunakan anak memiliki perangkat Antivirus yang sudah dilengkapi pengaturan privasinya. Matikan atau bisa ditutupi Web Camera apabila tidak benar-benar digunakan dan juga bisa diajarkan untuk tidak memberikan informasi pribadi dimanapun, terutama di dunia Internet. Gunakan saja Fitur pengendalian orang tua dan aktifkan saja fitur dari pencarian aman atau Safe Search untuk membatasi anak dalam mencari informasi di Internet. 

 

TIPS : Mengajarkan Etika Berperilaku dalam Dunia Maya 

 

Oleh sebab itu, kalian usahakan saja untuk melakukan komunikasi secara jujur dan juga terbuka tentang etika berinteraksi di dunia Internet. Seperti halnya : Cara untuk Bersikap – lalu Memberikan Komentar dan juga Berpakaian. Selain daripada itu, pelajari saja kebijakan sekolah dan kontak serta Lembaga yang menangani Cyber Bullying atau sebuah konten yang Negatif adanya. 

Kalian mampu untuk mengawasi anak dalam setiap kali menonton Iklan, terutama sekali dengan produk-produk makanan yang tidak sehati bagi tubuhnya. Jangan lupa melihat iklan dari Stereotip Gender dan Konten yang dirasa tidak pantas atau tidak sesuai dikonsumsi oleh anak-anak dalam mengenali Iklan di Internet dan bisa didiskusikan tentang aspek Negatif yang terdapat langsung pada iklan-iklan yang ada. 

 

TIPS : Memberikan Ruang dalam Berekreasi & Berekspresi bagi Anak 

 

Ajak anak untuk mampu dalam menyeimbangkan kegiatan yang ada di dunia maya dengan bantuan kegiatan fisiknya. Usahakan untuk selalu melakukan aktivitas fisik seperti halnya Olahraga atau pada permainan fisik lainnya yang ada di dalam rumah atau yang ada di luar rumah jika memang sudah memungkinkan. 

Psikolog Anak dan Keluarga yang bernama Samantha Anantha dalam pemaparannya seperti halnya yang dilansir langsung oleh Antara New yang kami dapatkan dari situs tiirto.id yang menambahkan beberapa tips diantaranya sebagai berikut : 

 

1) Mengenali Platform yang mana sudah digunakan oleh si anak tersebut. Dan tentu saja hal ini bisa dimulai dengan Diskusi Ringan layaknya Fungsi dan cara kerja dengan siapa anak berkomunikasi pada platform tersebut. 

2) Adanya paparan Risiko Risiko yang akan langsung muncul akibat penggunaan Internet yang tidak bijak pastinya. 

Lalu beberapa Tips lainnya yang diterapkan dengan sebagaimananya berikut ini : 

  • Kalian bisa langsung mengajarkan anak untuk berpikir dengan hati–hati mengenai apa yang akan langsung kalian unggah di Internet, termasuk pada Foto dan juga Video yang menampilkan dirinya. Ingatkan juga bahwa apa yang sudah diunggah di Internet sudah tidak bisa dihapus lagi karena memang banyak orang mungkin saja sudah menyimpannya tanpa benar-beanr diketahui. 
  • Bisa mengingatkan untuk tidak bertemu lagi dengan orang yang dikenalnya di Internet. 
  • Pastikan kembali anak untuk tidak benar-benar merespon adanya  postingan – lalu pesan maupun Konten-konten negatif seperti ancaman dan hal mengganggu lainnya. 

 

Sementara dari itu, menurut safety.com yang dilansir oleh situs tirto.id juga akan mengajak para orang tua dalam mengenali dunia Teknologi anak. Pastikan juga kalian untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi termasuk pada perangkat elektronik yang telah digunakannya, lalu pada fitur-fiturnya, cara kerjanya dan juga adanya berbagai macam situs aplikasi yang telah digunakan beserta dengan fungsi-fungsinya. 

 

Selain itu, kalian bisa melakukan cara seperti halnya : 

  1. Selalu bisa memberitahukan makna akan tanggung jawab. Sebab dengan kalian bisa membantu untuk mengajarkannya, berarti dalam hal ini mereka akan mampu mengerti risiko yang terjadi jika tidak hati–hati dalam berselancar di dunia Maya. 
  2. Orang tua harus bisa membatasi situs akses yang ada. Apabila anak-anak salah mengakses situs tertentu dengan waktu yang tak terbataskan. Maka hal ini bisa saja menimbulkan kecanduan pada anak. Maka orang tua ini perlu sekali memperhatikan dan bisa sekali membatasi situs-situs yang telah diakses anak agar nantinya bisa tetap sesuai dengan kebutuhan dan umur dari anak itu sendiri. 
  3. Selalu melakukan pemantauan Rutin. Yang artinya, kalian selaku orang tua harus bisa memeriksa aktivitas online dari si anak. Pastikan kembali anak dalam melakukan aktivitas internetnya yang positif dan tidak pernah menyimpang sama sekali. Pemantauan ini bisa saja menjadi metode lain bila tidak bisa melakukan pembatasan akan situs pengaksesan. Orang tua ini bisa saja tetap memastikan anak tetap saja aman di dalam menggunakan gadget itu sendiri.