Dunia berkembang dengan begitu pesatnya. Banyak hal-hal baru kian bermunculan seperti salah satunya dalam dunia internet. Kemajuan teknologi dianggap begitu bermanfaat dan memberi hasil yang positif bagi banyak orang penggunanya. Sehingga hal ini terus membuat manusia untuk bisa mendapatkan hal lebih yang di masa yang akan datang. Aneka perkembangan khususnya di dunia internet juga memberi kemudahan dalam memperoleh informasi maupun untuk berbagi kepada para rekan-rekan di media sosialnya. Hal ini tentunya menjadi manfaat yang sangat baik sekaligus menyenangkan bagi banyak orang.

Namun seringkali aneka manfaat ini justru memberi respon yang negatif lebih banyak dari respon positif yang diberikan bagi hidup. Banyak orang khususnya kalangan anak muda sering menjadi korban dari aneka macam hal yang diunggahnya ke media sosial. Begitu populernya penggunaan media sosial untuk interaksi sering membuat para anak-anak ini lengah. Mereka sering menganggap bahwa segala media sosial tersebut berfungsi selayaknya interaksi mereka secara langsung dan hanya bisa diketahui oleh para pihak terkaitnya. Sehingga banyak hal sering disampaikan ke ruang terbuka tersebut, dimana seharusnya hal-hal tersebut bersifat cenderung rahasia hingga hal-hal paling rahasia sekalipun.

Hal ini juga bisa diakibatkan oleh kebiasaan yang muncul akibat banyak menghabiskan waktu di dunia maya. padahal terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak dicantumkan dalam dunia internet. Seringkali keinginan memposting hal tersebut juga muncul akibat rasa ingin pamer dalam menunjukkan jati diri atau pencapaian yang berhasil diterimanya, entah dalam bentuk kekayaan, kemewahan, hingga menariknya diri mereka. Maka dari itu mari kita simak artikel dibawah ini agar tidak sampai salah dalam menggunakan manfaat internet sehingga menjadi berbalik merugikan.

1. Informasi Data Pribadi

Data ini menjadi salah satu konten yang sering dibahas oleh banyak anak di jaringan sosial miliknya. Suatu kisah yang dianggap menarik sering ingin di post oleh anak-anak itu demi mendapat perhatian dari teman-temannya. Namun seringkali mereka lupa bahwa orang yang dapat mengakses internet maupun melihat akan data tersebut tidak hanyalah teman-teman mereka dari dunia nyata. Namun juga jutaan orang lain yang memiliki akun di media sosial tersebut.

Dalam kondisi sebenarnya tidak semua orang di internet memiliki niat yang baik. Dikarenakan beberapa hal, beberapa orang justru mungkin memiliki niat jahat demi kepentingan pribadinya atau golongan tertentu. Bisa jadi faktor kesulitan yang sedang dialami terbentur dengan post kesenangan yang baru diunggah anak-anak tersebut dalam barang mahal maupun segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang seharusnya tidak di post mereka. Akibatnya terdorong lah niat dari beberapa pihak yang memiliki niat jahat untuk melakukan aksinya, ibarat peribahasa menawarkan ikan pada kucing. Pastinya akan dilahap juga oleh kucing tersebut.

2. Informasi Keluarga

Hal ini juga sangat tidak baik untuk diinformasikan ke ruang terbuka di internet. Jikalau benar-benar perlu untuk menyampaikan hal ini, maka informasi pribadi ini lebih baik untuk disampaikan secara langsung melalui komunikasi hingga sistem private chat yang dimiliki di media sosial agar tidak tersebar secara luas kepada banyak pihak lain.

Bahkan selain dapat memberi kerugian bagi anak yang mempost informasi tersebut, pihak keluarga pun dapat turut kena imbasnya akibat dari masalah ini. Seperti banyak yang disampaikan di berita, beberapa orang memiliki masalah seperti mengalami pencurian bahkan dicelakai akibat dari tindakan jahat yang dilakukan oleh pihak tertentu yang berhasil melihat informasi yang disebar ke media sosial tersebut.

3. Masalah Pribadi

Masalah pribadi juga sering diutarakan kepada ruang publik. Banyak anak tersebut menganggap bahwa kisah berbagi ini hanya dianggap sebagai kisah curhat seperti biasa. padahal ada beberapa informasi pribadi yang tidak boleh disampaikan melalui fitur informasi lepas secara terbuka. Tindakan ini akan lebih aman untuk dilakukan jika melalui fitur private message sehingga tidak turut serta diketahui oleh pihak lain.

Banyak orang sering membagikan masalah pribadinya ke internet dengan alasan yang sederhana, seperti tidak punya tempat untuk berbagi maupun saat sedang merasa gundah. Sehingga metode mudah yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah ini adalah dengan membagikannya kepada pihak media sosial di internet.

4. Foto Dengan Tag Geografis

Banyak orang sering memanfaatkan fitur mentag kondisi geografis dari foto maupun kisah terbaru yang sedang dialami mereka ke dalam internet. Sering dianggap hanya sebatas usaha untuk berbagi, namun ternyata fitur ini dapat berbahaya karena fitur ini dapat menyampaikan kondisi lokasi tempat yang diposting tersebut. Tindakan ini dapat menjadi bumerang bagi segenap penghuni di rumah pihak yang ngepost lokasi kawasan rumahnya dalam kondisi-kondisi tertentu.

Aktivitas ini memang cukup populer dalam membagikan kisah-kisah menarik seperti berbagai kunjungan ke tempat wisata atau saat berkunjung ke lokasi yang menarik. Namun kemungkinan jahat akan hal ini tetap dapat terjadi dalam setiap waktu.

5. Menyampaikan Kondisi Saat Di Rumah Sendirian

Hal ini tentunya berbahaya sekali ya, maka dari itu jangan pernah disampaikan dalam posting status di media sosial terutama jika turut serta mengaktifkan jaringan GPS yang terkait ke handphone orang yang ngepostnya. Sekalipun tujuan dari tindakan ini hanyalah untuk mencari perasaan yang sama dari relasi yang dimiliki dalam mengatasi masa kesepian saat sedang sendiri.

 

6. Aneka Foto yang Tidak Pantas

Satu hal ini tentunya sangat diwanti-wanti untuk jangan sampai dilakukan ya. Berlandaskan untuk mendapatkan pujian atau popularitas secara sementara, namun berakhir pada pandangan negatif dari banyak pengguna lain di media sosial terkait. Beberapa jenis foto yang sering diunggah dalam kasus ini contohnya seperti foto bentuk tubuh yang diumbar dengan pakaian bermodel tertentu, maupun foto aktivitas berduaan saat bersama dengan pasangan yang cukup intim.

Banyak orang sering melakukan hal ini dengan alasan yang sederhana, seperti untuk mengingat momen-momen kebersamaan serta mengabadikannya dalam media sosial keduanya. Namun pastinya unggahan akan hal ini dapat membuat reaksi yang kurang baik bagi banyak orang yang merespon nya, hingga bagi kalangan orang dewasa.

 

7. Komentar Kasar

Unggahan akan status maupun percakapan online macam ini juga sering dilakukan banyak orang. Berbagai alasan sering diungkap menjadi alasan dalam dilakukannya kasus ini, seperti faktor emosi sesaat, hanya dilakukan dengan maksud untuk bercanda, hingga sudah menjadi kebiasaan yang akrab diperbincangkan dengan temannya. Selain itu percakapan kasar juga memberi kesan yang kurang baik bagi pihak-pihak yang menyampaikannya. Dan tentunya hal ini juga akan memberi kesan buruk bagi saat kenal menempuh dunia kerja yang lebih tegas dan profesional.

Maka dari itu, setelah mengetahui beberapa hal rahasia yang sebaiknya tidak diunggah ke media sosial atau disampaikan di internet Kamu harus lebih berhati-hati lagi ya dalam melakukan interaksi serta aktivitas sosial di media sosial. Gunakanlah manfaat yang diberikan dari media sosial untuk mendekatkan yang jauh dan demi kemudahan dalam berkomunikasi, serta mencari informasi. Namun jangan sampai aktivitasmu merugikan dirimu hingga pihak lain ya.